CLEFT SENTENCES
Kalimat Penekanan dalam Bahasa Inggris
Tingkat: B2 (Upper Intermediate)
Fokus: Grammar & Vocabulary
Tujuan Pembelajaran (Learning Objectives)
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:
✅ Memahami fungsi Cleft Sentences untuk memberikan penekanan pada bagian tertentu dalam kalimat.
✅ Menggunakan berbagai jenis cleft sentences:
It-Cleft Sentences
Wh-Cleft (Pseudo-Cleft) Sentences
All-Cleft Sentences
✅ Mengetahui kapan cleft sentences digunakan dalam konteks formal maupun informal.
✅ Membuat kalimat yang lebih jelas, lebih kuat, dan lebih profesional dalam speaking maupun writing.
Apa Itu Cleft Sentences?
Cleft Sentence adalah struktur kalimat yang digunakan untuk memberi penekanan (emphasis) pada bagian tertentu dari sebuah kalimat.
Kata cleft berarti:
"dibelah" atau "dibagi"
Artinya, satu kalimat sederhana dibagi menjadi dua bagian agar informasi tertentu menjadi lebih menonjol.
Kalimat Biasa
John broke the window.
(John memecahkan jendela.)
Cleft Sentence
It was John who broke the window.
(John-lah yang memecahkan jendela.)
➡ Penekanan diberikan pada John.
Mengapa Menggunakan Cleft Sentences?
Cleft sentences digunakan untuk:
✅ Menekankan orang, benda, waktu, tempat, atau alasan.
✅ Membuat informasi penting lebih jelas.
✅ Menarik perhatian pembaca atau pendengar.
✅ Membuat bahasa Inggris terdengar lebih alami dan canggih.
✅ Sering digunakan dalam:
presentasi
pidato
tulisan akademik
artikel
wawancara
komunikasi profesional
Jenis-Jenis Cleft Sentences
Ada tiga jenis utama yang perlu dikuasai.
1. IT-CLEFT SENTENCES
Struktur
It + be + bagian yang ditekankan + that/who + klausa
Rumus Umum
It + is/was + focus + that/who + clause
Contoh 1
Menekankan Orang
Kalimat biasa:
Mary told me the news.
(Mary memberi tahu saya berita itu.)
Cleft:
It was Mary who told me the news.
(Mary-lah yang memberi tahu saya berita itu.)
➡ Fokus pada orang.
Contoh 2
Menekankan Waktu
Kalimat biasa:
I saw her yesterday.
(Saya melihatnya kemarin.)
Cleft:
It was yesterday that I saw her.
(Kemarinlah saya melihatnya.)
➡ Fokus pada waktu.
Contoh 3
Menekankan Tempat
Kalimat biasa:
They first met in London.
(Mereka pertama kali bertemu di London.)
Cleft:
It was in London that they first met.
(Di London-lah mereka pertama kali bertemu.)
➡ Fokus pada tempat.
Contoh 4
Menekankan Alasan
It was because of the rain that the match was cancelled.
(Pertandingan dibatalkan karena hujan.)
➡ Fokus pada alasan.
Kapan Menggunakan WHO dan THAT?
WHO
Untuk orang.
It was Sarah who called me.
THAT
Untuk benda, waktu, tempat, atau alasan.
It was the book that I wanted.
It was yesterday that we met.
2. WH-CLEFT SENTENCES
(Pseudo-Cleft Sentences)
Jenis ini menggunakan kata tanya:
what
where
why
how
when
untuk memberi fokus.
Lebih sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Struktur
Wh-word + clause + be + focus
Contoh 1
Kalimat biasa:
I need a good night's sleep.
(Saya membutuhkan tidur malam yang nyenyak.)
Wh-Cleft:
What I need is a good night's sleep.
(Yang saya butuhkan adalah tidur malam yang nyenyak.)
➡ Fokus pada kebutuhan.
Contoh 2
What surprised everyone was his resignation.
(Yang mengejutkan semua orang adalah pengunduran dirinya.)
➡ Fokus pada hal yang mengejutkan.
Contoh 3
What I enjoy most is spending time with family.
(Yang paling saya nikmati adalah menghabiskan waktu bersama keluarga.)
➡ Fokus pada aktivitas favorit.
Perhatikan
Bagian setelah kata "is" merupakan informasi yang ingin ditekankan.
3. ALL-CLEFT SENTENCES
Digunakan untuk menekankan keseluruhan keinginan, kebutuhan, atau tindakan.
Biasanya menunjukkan kesederhanaan atau penekanan emosional.
Struktur
All + clause + be + focus
Contoh 1
All I want is peace and quiet.
(Yang saya inginkan hanyalah ketenangan.)
Contoh 2
All you need to do is call the office.
(Yang perlu kamu lakukan hanyalah menelepon kantor.)
Contoh 3
All we need is more time.
(Yang kami butuhkan hanyalah lebih banyak waktu.)
Variasi Cleft yang Sering Digunakan
Selain tiga jenis utama, ada pola lain yang sangat umum.
The Reason Why...
Contoh
The reason why I called is to thank you.
(Alasan saya menelepon adalah untuk berterima kasih.)
The Thing That...
Contoh
The thing that worries me is the cost.
(Hal yang mengkhawatirkan saya adalah biayanya.)
The Person Who...
Contoh
The person who helped me was my teacher.
(Orang yang membantu saya adalah guru saya.)
The Place Where...
Contoh
The place where we met was a small café.
(Tempat kami bertemu adalah sebuah kafe kecil.)
Apa yang Bisa Ditekankan?
Orang
It was Jack who solved the problem.
Waktu
It was last week that I finished the report.
Tempat
It was at the airport that we met.
Alasan
It was because of traffic that I arrived late.
Objek
It was the red car that I bought.
Perbedaan Kalimat Biasa dan Cleft
Kalimat Biasa
Sarah wrote the report.
Fokus pada Sarah
It was Sarah who wrote the report.
Fokus pada Laporan
What Sarah wrote was the report.
Perhatikan bahwa makna dasarnya sama, tetapi fokus informasinya berbeda.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Kesalahan 1
❌
It was went to Paris that she did.
✓
It was to Paris that she went.
Mengapa?
Posisi kata kerja harus tetap benar.
Kesalahan 2
❌
What I need it is more time.
✓
What I need is more time.
Mengapa?
Tidak perlu menambahkan "it".
Kesalahan 3
❌
It was the book what I wanted.
✓
It was the book that I wanted.
Mengapa?
Gunakan:
that
which
bukan "what".
Kesalahan 4
Menggunakan cleft sentence di setiap kalimat.
❌
It was my friend who called me.
It was yesterday that I answered.
It was at home that we talked.
✓
Gunakan hanya untuk informasi yang benar-benar ingin ditekankan.
Ringkasan Cepat (Quick Summary)
It-Cleft
It + be + focus + that/who + clause
Contoh:
It was Mary who called me.
Wh-Cleft
What/Where/Why + clause + be + focus
Contoh:
What I need is more time.
All-Cleft
All + clause + be + focus
Contoh:
All I want is peace.
Tips Belajar
1. Mulai dari Kalimat Sederhana
Kalimat biasa:
John bought a car.
Fokus pada John:
It was John who bought a car.
Fokus pada mobil:
What John bought was a car.
2. Gunakan Saat Presentasi
Cleft sentences sangat berguna untuk menyoroti poin penting.
Contoh:
What we need now is a better strategy.
3. Jangan Berlebihan
Gunakan hanya saat ingin memberikan penekanan khusus.
Jika terlalu sering digunakan, tulisan akan terdengar tidak alami.
Speaking Practice
Bacalah dengan lantang.
1
It was Mary who told me the news.
(Mary-lah yang memberi tahu saya berita itu.)
2
What I enjoy most is spending time with family.
(Yang paling saya nikmati adalah menghabiskan waktu bersama keluarga.)
3
The reason I'm calling is to confirm your reservation.
(Alasan saya menelepon adalah untuk mengonfirmasi reservasi Anda.)
4
It was in London that they first met.
(Di London-lah mereka pertama kali bertemu.)
5
What surprised me was how quickly he adapted.
(Yang mengejutkan saya adalah betapa cepatnya dia beradaptasi.)
Latihan Mandiri
Ubah kalimat berikut menjadi cleft sentence.
1
John broke the window.
→ ______________________
2
I need more time.
→ ______________________
3
We met in Bali.
→ ______________________
4
She called because she needed help.
(Fokus pada alasan)
→ ______________________
5
I want peace and quiet.
→ ______________________
Kunci Jawaban
It was John who broke the window.
What I need is more time.
It was in Bali that we met.
It was because she needed help that she called.
All I want is peace and quiet.
Kesimpulan
Cleft Sentences digunakan untuk memberikan penekanan pada bagian tertentu dari sebuah kalimat.
Tiga Struktur Utama
✅ It-Cleft
It was Sarah who called.
✅ Wh-Cleft
What I need is more time.
✅ All-Cleft
All I want is peace.
Dengan menguasai cleft sentences, kemampuan speaking dan writing Anda akan terdengar lebih jelas, lebih profesional, dan lebih natural pada level B2 hingga C1.
