Dalam bahasa Inggris, sebuah kalimat tidak hanya dinilai dari tata bahasanya, tetapi juga dari kelengkapan unsur-unsurnya.
Agar sebuah kalimat dianggap benar, kalimat tersebut harus memiliki struktur yang lengkap dan makna yang jelas.
Berdasarkan kelengkapan unsurnya, kalimat dapat dibagi menjadi:
Complete Sentence (Kalimat Lengkap)
Sentence Fragment (Kalimat Tidak Lengkap)
Run-on Sentence (Kalimat Sambung yang Salah)
Materi ini sangat penting karena banyak kesalahan dalam writing berasal dari sentence fragment dan run-on sentence.
Apa yang Membuat Sebuah Kalimat Menjadi Lengkap?
Sebuah kalimat lengkap umumnya harus memiliki:
✅ Subject (Subjek)
✅ Predicate/Verb (Predikat)
✅ Gagasan yang utuh (Complete Thought)
Contoh
The students are studying.
(Para siswa sedang belajar.)
Analisis:
Subject = The students
Predicate = are studying
Makna = lengkap
Kalimat ini dapat berdiri sendiri.
1. Complete Sentence (Kalimat Lengkap)
Apa Itu Complete Sentence?
Complete Sentence adalah kalimat yang memiliki:
Subject yang jelas
Predicate yang jelas
Makna yang lengkap
Pembaca dapat memahami informasi yang disampaikan tanpa memerlukan penjelasan tambahan.
Ciri-Ciri Complete Sentence
✅ Memiliki subject
✅ Memiliki verb/predicate
✅ Memiliki complete thought (gagasan utuh)
✅ Dapat berdiri sendiri
Contoh
The art thief had a weakness for eighteenth-century masterworks.
(Pencuri karya seni itu memiliki kelemahan terhadap karya-karya mahakarya abad ke-18.)
Analisis:
Subject = The art thief
Verb = had
Object = a weakness
Keterangan tambahan = for eighteenth-century masterworks
Maknanya sudah lengkap.
Contoh Lain
My father works in a hospital.
(Ayah saya bekerja di rumah sakit.)
The children played happily in the park.
(Anak-anak bermain dengan gembira di taman.)
We finished the project yesterday.
(Kami menyelesaikan proyek itu kemarin.)
Cara Memeriksa Complete Sentence
Tanyakan tiga hal:
1. Siapa atau apa yang dibicarakan?
➡ Subject
2. Apa yang dilakukan atau keadaannya?
➡ Predicate
3. Apakah maknanya sudah lengkap?
➡ Complete Thought
Jika ketiganya ada, maka itu adalah Complete Sentence.
2. Sentence Fragment (Kalimat Tidak Lengkap)
Apa Itu Sentence Fragment?
Sentence Fragment adalah kelompok kata yang terlihat seperti kalimat, tetapi sebenarnya belum lengkap.
Biasanya ada unsur penting yang hilang, seperti:
Subject
Predicate
Independent clause
Gagasan utama
Akibatnya, pembaca merasa bahwa informasi tersebut belum selesai.
Ciri-Ciri Sentence Fragment
❌ Tidak memiliki subject yang jelas
atau
❌ Tidak memiliki verb yang jelas
atau
❌ Maknanya belum lengkap
A. Fragment Karena Tidak Ada Subject
Contoh
Moved south.
(Pindah ke selatan.)
Masalah:
Ada verb = moved
Tidak ada subject
Pertanyaan:
Siapa yang pindah?
Tidak diketahui.
Perbaikan
My family moved south.
(Keluarga saya pindah ke selatan.)
Contoh Lain
Went to the market yesterday.
(Pergi ke pasar kemarin.)
Masalah:
Tidak ada subject.
Perbaikan
Rina went to the market yesterday.
(Rina pergi ke pasar kemarin.)
B. Fragment Karena Tidak Ada Verb
Contoh
The new teacher in our school.
(Guru baru di sekolah kami.)
Masalah:
Ada subject.
Tidak ada verb.
Perbaikan
The new teacher works in our school.
(Guru baru itu bekerja di sekolah kami.)
C. Fragment Karena Dependent Clause Berdiri Sendiri
Ini adalah kesalahan yang sangat sering terjadi.
Contoh
Because I was tired.
(Karena saya lelah.)
Analisis:
Subject = I
Verb = was
Tetapi ini hanya dependent clause.
Pembaca akan bertanya:
Karena lelah, lalu apa?
Perbaikan
Because I was tired, I went to bed early.
(Karena saya lelah, saya tidur lebih awal.)
Contoh Lain
Although she studied hard.
(Meskipun dia belajar keras.)
Masalah:
Kalimat belum selesai.
Perbaikan
Although she studied hard, she failed the test.
(Meskipun dia belajar keras, dia gagal dalam ujian.)
Jenis Fragment yang Sering Muncul
| Fragment | Masalah |
|---|---|
| Running in the park. | Tidak ada subject |
| The man in the blue shirt. | Tidak ada verb |
| Because it was raining. | Hanya dependent clause |
| After the meeting ended. | Hanya dependent clause |
| Which surprised everyone. | Hanya adjective clause |
3. Run-on Sentence (Kalimat Sambung yang Salah)
Apa Itu Run-on Sentence?
Run-on Sentence terjadi ketika dua atau lebih independent clause digabungkan secara tidak tepat tanpa tanda baca atau conjunction yang sesuai.
Akibatnya, kalimat menjadi sulit dipahami.
Ciri-Ciri Run-on Sentence
❌ Ada dua ide lengkap
❌ Tidak dipisahkan dengan benar
❌ Tidak menggunakan conjunction yang tepat
Contoh
Salah
The weather is bad today you wear your coat.
(Cuaca buruk hari ini kamu memakai mantelmu.)
Masalah:
Terdapat dua ide lengkap:
Independent Clause 1:
The weather is bad today.
Independent Clause 2:
You wear your coat.
Keduanya disatukan tanpa penghubung yang benar.
Benar
The weather is bad today, so wear your coat.
(Cuaca buruk hari ini, jadi pakailah mantelmu.)
Jenis Run-on Sentence
A. Fused Sentence
Dua kalimat lengkap disambung tanpa apa pun.
Salah
I was hungry I bought a sandwich.
(Saya lapar saya membeli sandwich.)
Benar
I was hungry, so I bought a sandwich.
(Saya lapar, jadi saya membeli sandwich.)
Benar
I was hungry. I bought a sandwich.
(Saya lapar. Saya membeli sandwich.)
B. Comma Splice
Dua independent clause hanya dipisahkan dengan koma.
Salah
The exam was difficult, many students failed.
(Ujiannya sulit, banyak siswa gagal.)
Masalah:
Koma saja tidak cukup.
Benar
The exam was difficult, so many students failed.
(Ujiannya sulit, jadi banyak siswa gagal.)
Benar
The exam was difficult; many students failed.
(Ujiannya sulit; banyak siswa gagal.)
Benar
The exam was difficult. Many students failed.
(Ujiannya sulit. Banyak siswa gagal.)
Cara Memperbaiki Run-on Sentence
Ada empat cara utama.
1. Gunakan Titik (.)
Salah
She was tired she continued working.
Benar
She was tired. She continued working.
(Dia lelah. Dia tetap bekerja.)
2. Gunakan Coordinating Conjunction
Salah
The store was closed we went home.
Benar
The store was closed, so we went home.
(Tokonya tutup, jadi kami pulang.)
3. Gunakan Semicolon (;)
Salah
The meeting ended everyone left.
Benar
The meeting ended; everyone left.
(Rapat berakhir; semua orang pergi.)
4. Gunakan Subordinating Conjunction
Salah
I was sick I stayed home.
Benar
Because I was sick, I stayed home.
(Karena saya sakit, saya tetap di rumah.)
Perbandingan Lengkap
| Jenis | Lengkap? | Contoh |
|---|---|---|
| Complete Sentence | ✅ Ya | She studies English every day. |
| Sentence Fragment | ❌ Tidak | Because she studies English. |
| Run-on Sentence | ❌ Salah penggabungan | She studies English every day she improves quickly. |
Analisis Perbandingan
Complete Sentence
The students finished their assignment.
(Para siswa menyelesaikan tugas mereka.)
✔ Ada subject
✔ Ada verb
✔ Makna lengkap
Sentence Fragment
After finishing their assignment.
(Setelah menyelesaikan tugas mereka.)
✔ Ada ide
❌ Tidak ada kalimat utama
❌ Makna belum lengkap
Run-on Sentence
The students finished their assignment they went home.
(Para siswa menyelesaikan tugas mereka mereka pulang.)
✔ Ada dua kalimat lengkap
❌ Digabung secara salah
Perbaikan
The students finished their assignment, and they went home.
(Para siswa menyelesaikan tugas mereka, lalu mereka pulang.)
Ringkasan Akhir
Complete Sentence
Memiliki subject dan predicate.
Makna lengkap.
Dapat berdiri sendiri.
Contoh:
The students are studying English.
Sentence Fragment
Kalimat tidak lengkap.
Biasanya kehilangan subject, verb, atau main clause.
Contoh:
Because the students are studying English.
Run-on Sentence
Terdiri dari dua atau lebih independent clause.
Digabungkan secara tidak tepat.
Contoh Salah:
The students are studying English they have a test tomorrow.
Contoh Benar:
The students are studying English because they have a test tomorrow.
atau
The students are studying English, and they have a test tomorrow.
Jadi, untuk menghasilkan tulisan bahasa Inggris yang baik, pastikan setiap kalimat yang Anda buat adalah Complete Sentence, serta hindari kesalahan Sentence Fragment dan Run-on Sentence yang sering terjadi dalam writing.
