11. بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ
An egg today is better than a chicken tomorrow.
Choosing what is certain today is wiser than waiting for something uncertain in the future. Chasing uncertain hopes often involves high risk, including the possibility of ending up with nothing. Appreciating what one already has and making use of present opportunities prevents regret and ensures more stable outcomes in life.
Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.
Memilih sesuatu yang sudah pasti hari ini lebih bijak daripada menunggu sesuatu yang belum tentu datang di masa depan. Mengejar harapan yang tidak pasti sering membawa risiko besar, termasuk kemungkinan tidak mendapatkan apa-apa sama sekali. Menghargai apa yang sudah dimiliki dan memanfaatkan peluang yang ada saat ini mencegah penyesalan dan memberikan hasil yang lebih stabil dalam hidup.
***
12. الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّهَبِ
Time is more valuable than gold.
Time, once lost, can never be regained, whereas wealth can always be earned again. Every moment offers opportunities to learn, grow, and improve, and wasting time means losing chances that may never return. Understanding the irreplaceable value of time encourages a person to live wisely, prioritize what matters, and avoid neglecting meaningful actions.
Waktu itu lebih mahal daripada emas.
Waktu, sekali hilang, tidak akan pernah kembali, sedangkan harta selalu bisa dicari lagi. Setiap momen memberi peluang untuk belajar, berkembang, dan memperbaiki diri, dan menyia-nyiakan waktu berarti kehilangan kesempatan yang mungkin tidak akan datang lagi. Memahami betapa berharganya waktu mendorong seseorang untuk hidup dengan bijaksana, memprioritaskan hal penting, dan tidak menunda perbuatan yang bermanfaat.
***
13. العَقْلُ السَّلِيْمُ فيِ الجِسْمِ السَّلِيْمِ
A sound mind is in a sound body.
Physical health strongly influences mental clarity and emotional well-being. A tired, unhealthy, or weak body often makes it difficult for the mind to focus, think positively, or handle stress. Maintaining physical health through good habits supports a sharper intellect, stronger discipline, and overall balanced living.
Akal yang sehat terletak pada badan yang sehat.
Kesehatan fisik sangat memengaruhi kejernihan pikiran dan kestabilan emosi. Tubuh yang lelah, sakit, atau lemah membuat pikiran sulit fokus, sulit berpikir positif, dan sulit mengelola tekanan. Menjaga kesehatan jasmani melalui kebiasaan baik membantu memperkuat kecerdasan, disiplin, serta keseimbangan hidup secara keseluruhan.
***
14. خَيْرُ جَلِيْسٍ فيِ الزَّمَانِ كِتَابٌ
The best companion at all times is a book.
Books offer knowledge, inspiration, and guidance without ever demanding anything in return. Reading enriches the mind, strengthens character, and broadens understanding of the world. A book can accompany a person in loneliness, guide decisions, and open doors to wisdom that cannot be gained from superficial conversations.
Sebaik-baik teman duduk setiap waktu adalah buku.
Buku memberikan ilmu, inspirasi, dan bimbingan tanpa menuntut apa pun sebagai balasan. Membaca memperkaya pikiran, memperkuat karakter, dan memperluas pemahaman tentang dunia. Buku dapat menemani seseorang dalam kesendirian, membimbing keputusan, dan membuka pintu hikmah yang tidak dapat diperoleh dari percakapan yang dangkal.
***
15. مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ
Whoever plants will harvest.
Every action produces a consequence, whether good or bad. Consistent effort, sincerity, and good deeds will eventually bring positive outcomes, just as harmful actions will lead to negative consequences. Life operates on the principle of cause and effect, and no deed—no matter how small—ever disappears without a result.
Barang siapa menanam, pasti akan memanen hasilnya.
Setiap perbuatan menghasilkan balasannya, baik ataupun buruk. Usaha yang konsisten, ketulusan, dan amal yang baik pada akhirnya akan membawa hasil yang positif, sebagaimana perbuatan buruk akan mendatangkan akibat yang merugikan. Hidup berjalan dengan prinsip sebab dan akibat, dan tidak ada satu pun perbuatan—sekecil apa pun—yang hilang tanpa menghasilkan balasan.
***
16. خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلىَ الخَيْرِ
The best friend is the one who guides you to goodness.
A true friend cares not only about your happiness, but also about your moral direction and long-term well-being. Real friendship involves honesty, correction, and guidance, even when the truth is difficult to hear. A friend who encourages good deeds protects you from harm and helps you grow into a better version of yourself.
Sebaik-baik teman adalah yang menunjukkanmu kepada kebaikan.
Teman sejati tidak hanya peduli pada kebahagiaanmu, tetapi juga pada arah moral dan kebaikan jangka panjangmu. Persahabatan sejati melibatkan kejujuran, teguran, dan bimbingan, meskipun terkadang kebenaran itu sulit diterima. Teman yang mengajak pada kebaikan melindungimu dari hal yang merusak dan membantumu menjadi pribadi yang lebih baik.
***
17. لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالبَهَائِمِ
Without knowledge, humans would be like animals.
Knowledge elevates human beings above mere instinct and desire. It guides behaviour, distinguishes right from wrong, and prevents a person from falling into destructive actions. Through knowledge, humans develop morality, purpose, and the capacity to improve both themselves and the world around them.
Tanpa ilmu, manusia akan seperti binatang.
Ilmu mengangkat manusia dari sekadar mengikuti naluri dan keinginan. Ilmu membimbing perilaku, membedakan yang benar dari yang salah, dan mencegah seseorang dari tindakan yang merusak. Melalui ilmu, manusia membangun moral, tujuan hidup, serta kemampuan untuk memperbaiki diri dan lingkungan di sekitarnya.
***
18. العِلْمُ فيِ الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلىَ الحَجَرِ
Knowledge in childhood is like engraving on stone.
Lessons learned in childhood leave strong and lasting impressions because the young mind is clear, receptive, and quick to absorb information. Early learning shapes character and becomes a foundation for future understanding, whereas learning in old age is more challenging due to decreasing mental and physical capacity.
Ilmu di masa kecil seperti ukiran di atas batu.
Pelajaran yang didapat di masa kecil meninggalkan bekas yang kuat dan tahan lama karena pikiran anak masih jernih, mudah menerima, dan cepat menyerap informasi. Pembelajaran awal membentuk karakter dan menjadi landasan bagi pemahaman di masa depan, sedangkan belajar di usia tua lebih sulit karena kemampuan mental dan fisik yang menurun.
***
19. لَنْ تَرْجِعَ الأَياَّمُ الَّتيِ مَضَتْ
The days that have passed will never return.
Time moves only forward, and every moment that passes becomes part of the past, never to be relived. This reality encourages people to value the present, make wise choices, and avoid wasting time on regrets or negligence. Awareness of life’s brevity also reminds us of death’s nearness and the importance of preparing for it.
Hari-hari yang telah berlalu tidak akan kembali.
Waktu hanya bergerak maju, dan setiap momen yang berlalu menjadi masa lalu yang tidak dapat diulang. Kenyataan ini mendorong kita untuk menghargai waktu sekarang, membuat pilihan yang bijak, dan tidak menyia-nyiakan waktu untuk penyesalan atau kelalaian. Kesadaran akan singkatnya hidup juga mengingatkan bahwa kematian sangat dekat dan kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
***
20. تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا
Learn when you are young and practice it when you are grown.
Youth is the ideal time to acquire knowledge, build skills, and shape character, as the mind is strong and capable of deep learning. What is learned early becomes a lifelong resource that guides actions in adulthood. Applying knowledge later in life completes the purpose of learning and transforms understanding into a meaningful contribution.
Belajarlah saat masih kecil dan amalkan saat dewasa.
Masa muda adalah waktu terbaik untuk menuntut ilmu, membangun keterampilan, dan membentuk karakter karena pikiran masih kuat dan mudah menyerap pelajaran. Apa yang dipelajari sejak dini menjadi bekal sepanjang hidup yang membimbing perbuatan ketika dewasa. Mengamalkan ilmu di masa tua menyempurnakan tujuan belajar dan mengubah pemahaman menjadi kontribusi yang bermakna.