21. العِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلاَ ثَمَرٍ
Knowledge without practice is like a tree without fruit.
Knowledge becomes meaningful only when it results in action. A person may spend years learning, but if the knowledge is not practiced, it brings no benefit either to himself or to others. Just as a tree that produces no fruit is considered useless despite looking strong and tall, knowledge that is not applied becomes nothing more than empty information.
Ilmu tanpa pengamalan bagaikan pohon tak berbuah.
Ilmu baru menjadi bermakna ketika diwujudkan dalam tindakan. Seseorang bisa menghabiskan waktu bertahun-tahun belajar, tetapi jika ilmunya tidak diamalkan, ia tidak memberikan manfaat bagi dirinya maupun orang lain. Sebagaimana pohon yang tidak berbuah dianggap tidak berguna meskipun tampak kokoh dan tinggi, demikian pula ilmu yang tidak diamalkan hanyalah informasi kosong.
***
22. الاتِّحَادُ أَسَاسُ النَّجَاحِ
Unity is the foundation of success.
A group, community, or nation can only grow strong when its members are united. Division weakens strength, destroys cooperation, and opens the door to defeat. When people stand together with one goal, they become capable of achieving things that would be impossible individually.
Persatuan adalah pangkal keberhasilan.
Sebuah kelompok, komunitas, atau bangsa hanya dapat menjadi kuat jika anggotanya bersatu. Perpecahan melemahkan kekuatan, menghancurkan kerja sama, dan membuka jalan menuju kehancuran. Ketika manusia berdiri bersama dengan satu tujuan, mereka mampu mencapai hal-hal yang mustahil dilakukan seorang diri.
***
23. لاَ تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْناً
Do not despise a poor person; instead, be a helper to him.
Wealth is only a temporary trust, and it can be taken away at any time. Looking down on someone less fortunate than us shows arrogance and forgetfulness of the true source of our blessings. Helping the poor not only purifies the heart but also acknowledges that part of our wealth belongs to those in need.
Janganlah engkau menghina orang miskin, tetapi jadilah penolong baginya.
Harta hanyalah titipan sementara yang bisa diambil kapan saja. Meremehkan orang yang kurang mampu menunjukkan kesombongan dan lupa dari mana nikmat itu berasal. Menolong orang miskin bukan hanya membersihkan hati, tetapi juga mengakui bahwa pada harta kita terdapat hak untuk mereka yang membutuhkan.
***
24. الشَّرَفُ بِالأَدَبِ لاَ بِالنَّسَبِ
Honor comes from good manners, not from lineage.
A person’s worth is measured by their character, not by their ancestors. Noble lineage cannot compensate for bad behavior. True honor is earned through good conduct, humility, and kindness—qualities that reflect one’s personal choices rather than family background.
Kemuliaan itu ada pada adab, bukan pada keturunan.
Kemuliaan seseorang diukur dari akhlaknya, bukan dari nenek moyangnya. Keturunan mulia tidak dapat menutupi perilaku buruk. Kemuliaan sejati diperoleh melalui adab, kerendahan hati, dan kebaikan—sifat yang mencerminkan pilihan pribadi, bukan warisan keluarga.
***
25. سَلاَمَةُ الإِنْسَانِ فيِ حِفْظِ اللِّسَانِ
A person’s safety lies in guarding his tongue.
Many problems arise because people speak without thinking. Words can heal, but they can also destroy relationships, reputations, and even futures. Guarding the tongue means speaking only when it brings benefit and remaining silent when words could cause harm.
Keselamatan manusia terletak pada menjaga lidahnya.
Banyak masalah terjadi karena orang berbicara tanpa berpikir. Kata-kata bisa menyembuhkan, namun juga dapat merusak hubungan, nama baik, dan masa depan. Menjaga lidah berarti hanya berbicara ketika membawa manfaat dan diam ketika kata-kata bisa menimbulkan keburukan.
***
26. آدَابُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ
A person’s manners are better than his gold.
Material wealth can be lost, stolen, or destroyed, but good manners remain a lasting treasure. A person with good character is valued by society, respected by others, and loved by God. Money may attract people, but character is what keeps relationships strong.
Adab seseorang lebih berharga daripada emasnya.
Harta benda bisa hilang, dicuri, atau musnah, tetapi adab adalah harta yang abadi. Orang yang berakhlak baik dihargai masyarakat, dihormati orang lain, dan dicintai Allah. Uang dapat menarik orang, tetapi akhlaklah yang menjaga hubungan tetap kuat.
***
27. سُوءُ الخُلُقِ يُعْدِي
Bad character is contagious.
Immorality spreads quickly because humans naturally incline toward ease and desire. A corrupted environment can influence individuals, especially children, to adopt negative behavior. Choosing righteous company protects one’s morals and ensures a healthy environment for future generations.
Kerusakan budi pekerti itu menular.
Akhlak buruk menyebar dengan cepat karena manusia cenderung mengikuti hawa nafsu. Lingkungan yang rusak dapat memengaruhi seseorang, terutama anak-anak, untuk meniru perilaku negatif. Memilih lingkungan yang baik menjaga akhlak pribadi dan memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya.
***
28. آفَةُ العِلْمِ النِّسْياَنُ
The affliction of knowledge is forgetfulness.
Knowledge can fade if it is not revised, practiced, or reinforced. Human memory naturally weakens over time, which is why repetition and continuous learning are essential. Preserving knowledge requires effort, consistency, and real application.
Bencana ilmu adalah lupa.
Ilmu dapat hilang jika tidak diulang, dipraktikkan, atau diperkuat. Ingatan manusia secara alami melemah seiring waktu, sehingga pengulangan dan pembelajaran berkelanjutan sangat penting. Menjaga ilmu membutuhkan usaha, konsistensi, dan penerapan nyata.
***
29. إِذَا صَدَقَ العَزْمُ وَضَحَ السَّبِيْلُ
When the determination is sincere, the path becomes clear.
Strong determination creates opportunities. A person who is truly committed will always find a way, while the one who lacks determination will only find excuses. Success begins with a sincere intention followed by consistent effort.
Jika benar kemauannya, niscaya terbukalah jalannya.
Tekad yang kuat menciptakan kesempatan. Orang yang benar-benar berkomitmen akan selalu menemukan jalan, sementara yang kurang bertekad hanya akan menemukan alasan. Kesuksesan dimulai dari niat yang tulus dan diikuti usaha yang konsisten.
***
30. لاَ تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَيْئٍ مَزِيَّةٌ
Do not belittle someone below you, for everything has its own virtue.
Every human being is created with unique strengths and weaknesses. A person who seems weak in one area may be gifted in another. Looking down on others prevents us from recognizing their hidden potential and blinds us to the diversity of abilities that enrich human life.
Jangan menghina seseorang yang lebih rendah darimu, karena setiap sesuatu memiliki kelebihannya.
Setiap manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Seseorang yang tampak lemah dalam satu hal mungkin memiliki keistimewaan di bidang lain. Meremehkan orang lain membuat kita tidak mampu melihat potensi tersembunyinya dan menghalangi kita menghargai keberagaman kemampuan manusia.