70 Wise Sayings/ Al-Mahfuzhat (Kata-kata Bijak Beserta Penjelasannya) Bagian 7

 


61. لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنَا إِنَّ الجَمَالَ جَمَالُ العِلْمِ وَالأَدَبِ

Beauty is not in the clothes that decorate us; true beauty is the beauty of knowledge and good manners.
Many people judge others only by their appearance, but real beauty lies inside a person, shown through knowledge, wisdom, and good manners. Physical beauty fades with time, while inner beauty becomes stronger and more valuable. A person with knowledge but without good manners becomes like a fruitless tree—full of leaves but offering no benefit. True beauty appears when knowledge is combined with noble character, creating someone who is pleasant, useful, and respected.

Kecantikan bukanlah pada pakaian yang menghias kita; sesungguhnya kecantikan yang sebenarnya adalah kecantikan ilmu dan budi pekerti.
Banyak orang menilai orang lain hanya dari penampilan, padahal kecantikan sejati berada dalam diri seseorang, tampak melalui ilmu, kebijaksanaan, dan akhlak yang baik. Kecantikan fisik akan memudar seiring waktu, sedangkan kecantikan batin semakin kuat dan berharga. Orang yang berilmu tetapi tidak berakhlak bagaikan pohon tanpa buah—rimbun namun tidak memberi manfaat. Kecantikan sejati muncul ketika ilmu disertai budi pekerti yang mulia sehingga seseorang menjadi pribadi yang menyenangkan, bermanfaat, dan dihormati.

***



62. لَا تَكُنْ رَطْبًا فَتُعْصَرَ وَلَا يَابِسًا فَتُكَسَّرَ

Do not be too soft so that you can be squeezed, and do not be too hard so that you can be broken.
Life requires balance in character and behavior. A person who is too harsh will create enemies, while someone who is too soft will be taken advantage of or bullied. Strength without kindness turns into cruelty, and kindness without strength becomes weakness. The best way is to stand in the middle—firm when necessary, gentle when appropriate—so that we can live wisely and maintain good relationships with others.

Janganlah engkau terlalu lemah hingga engkau dapat diperas, dan jangan pula terlalu keras hingga engkau dapat dipatahkan.
Hidup membutuhkan keseimbangan dalam sikap dan perilaku. Orang yang terlalu kasar akan dijauhi dan dimusuhi, sementara orang yang terlalu lembek akan dimanfaatkan atau dibully. Kekuatan tanpa kelembutan menjadi kekejaman, dan kelembutan tanpa kekuatan menjadi kelemahan. Jalan terbaik adalah bersikap pertengahan—tegas ketika perlu, lembut pada waktunya—agar kita hidup dengan bijak dan menjaga hubungan baik dengan sesama.

***



63. مَنْ أَعَانَكَ عَلَى الشَّرِّ ظَلَمَكَ

Whoever helps you in doing evil has wronged you.
A person who helps someone commit wrongdoing is actually harming them by leading them into sin. Helping someone do evil is not kindness but betrayal. True help is stopping others from doing wrong and guiding them toward what benefits them. Preventing someone from harm, even if they dislike it at first, is a sign of genuine care and responsibility.

Barang siapa membantumu dalam kejahatan maka ia telah menzalimimu.
Orang yang membantu seseorang melakukan keburukan sebenarnya sedang mencelakakannya dengan menjerumuskannya ke dalam dosa. Membantu dalam kejahatan bukanlah kebaikan melainkan bentuk pengkhianatan. Pertolongan sejati adalah mencegah orang lain dari berbuat buruk dan membimbingnya menuju kebaikan. Mencegah seseorang dari bahaya, meski awalnya tidak disukai, adalah bentuk kasih sayang dan tanggung jawab yang sebenarnya.


64. أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ…


أَخي لَن تَنالَ العِلمَ إِلّا بِسِتَّةٍ
سَأُنبيكَ عَن تَفصيلِها بِبَيانِ
ذَكاءٌ وَحِرصٌ وَاِجتِهادٌ وَبُلغَةٌ
وَصُحبَةُ أُستاذٍ وَطولُ زَمانِ


My brother, you will not obtain knowledge except through six things.
I will explain to you their details clearly:
Intelligence, strong desire, hard work, financial means,
the companionship of a teacher, and a long period of time.


Saudaraku, engkau tidak akan memperoleh ilmu kecuali dengan enam perkara.
Akan aku jelaskan rincian semuanya dengan terang:
Kecerdasan, keinginan yang kuat, kesungguhan, biaya yang cukup,
berguru kepada seorang bijak, dan waktu yang panjang.


Seeking knowledge is a journey that demands seriousness and sacrifice. Intelligence alone cannot produce true understanding without strong desire and continuous hard work. Financial support is needed because learning often requires books, travel, and basic living needs. A teacher is essential to correct mistakes, guide the mind, and transmit wisdom that books alone cannot provide. Most importantly, knowledge grows over a long period filled with patience, repetition, and experience; it never comes instantly or without consistent effort.


Menuntut ilmu adalah perjalanan yang memerlukan kesungguhan dan pengorbanan. Kecerdasan saja tidak akan menghasilkan pemahaman mendalam tanpa keinginan kuat dan kerja keras yang berkelanjutan. Biaya diperlukan karena proses belajar sering membutuhkan buku, perjalanan, dan kebutuhan hidup lainnya. Seorang guru sangat penting untuk meluruskan kesalahan, membimbing pemikiran, dan menyampaikan hikmah yang tidak bisa didapat hanya dari buku. Yang paling utama, ilmu tumbuh dalam waktu panjang melalui kesabaran, pengulangan, dan pengalaman; ia tidak datang secara instan atau tanpa usaha yang konsisten.


***

65. العَمَلُ يَجْعَلُ الصَّعْبَ سَهْلًا

Work makes difficult things easy.
Most challenges seem difficult only before we start them. When we take the first step, the path becomes clearer and easier. Fear and hesitation often make a task appear harder than it truly is. Action builds confidence, reduces confusion, and brings blessings. Success comes when we stop imagining and begin doing.

Bekerja membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah.
Kebanyakan tantangan tampak sulit hanya sebelum kita memulai. Ketika kita mengambil langkah pertama, jalan menjadi lebih jelas dan mudah. Rasa takut dan ragu sering membuat sesuatu tampak lebih berat dari sebenarnya. Tindakan membangun kepercayaan diri, mengurangi kebingungan, dan mendatangkan keberkahan. Keberhasilan datang ketika kita berhenti membayangkan dan mulai bergerak.

***


66. مَنْ تَأَنَّى نَالَ مَا تَمَنَّى

Whoever is careful will obtain what he desires.
Carefulness protects a person from mistakes and helps them act wisely. Many accidents and failures come from rushing or ignoring important details. With patience and thoughtful decisions, goals can be reached safely and steadily. Slow progress with certainty is better than fast progress followed by regret.

Barang siapa berhati-hati akan memperoleh apa yang ia cita-citakan.
Sikap hati-hati menjaga seseorang dari kesalahan dan membantu bertindak dengan bijak. Banyak kecelakaan dan kegagalan terjadi karena terburu-buru atau mengabaikan hal penting. Dengan kesabaran dan keputusan yang matang, cita-cita dapat dicapai dengan aman dan mantap. Kemajuan yang lambat namun pasti lebih baik daripada kecepatan yang berujung penyesalan.


***


67. اُطْلُبِ العِلْمَ وَلَوْ بِالصَّيْنِ

Seek knowledge even if it is in China.
China is mentioned to represent a very far place, meaning that one must be willing to travel long distances and face hardships for the sake of knowledge. Knowledge is precious and must be pursued with effort and determination. The scholars of the past traveled thousands of kilometers for one lesson, showing their dedication. This teaches that seeking knowledge requires sacrifice and strong will.

Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina.
Cina disebut untuk menggambarkan tempat yang sangat jauh, sehingga kita diajarkan untuk siap menempuh perjalanan panjang dan menghadapi kesulitan demi ilmu. Ilmu itu berharga dan harus dicari dengan usaha dan ketekunan. Para ulama terdahulu menempuh ribuan kilometer hanya untuk satu pelajaran, menunjukkan dedikasi mereka. Ini mengajarkan bahwa menuntut ilmu memerlukan pengorbanan dan tekad yang kuat.


68. النَّظَافَةُ مِنَ الإِيْمَانِ

Cleanliness is part of faith.
Cleanliness reflects a disciplined and respectful character. Although this phrase is not an exact Hadith, its meaning relates to the Prophet’s teaching that purity is half of faith. Purity includes both physical and spiritual cleanliness, while cleanliness refers mainly to physical tidiness. A clean environment and body help a person worship well and stay healthy. Keeping things clean shows responsibility and good character.

Kebersihan adalah sebagian dari iman.
Kebersihan mencerminkan karakter yang disiplin dan menghargai diri sendiri. Walau bukan hadis secara langsung, maknanya berkaitan dengan ajaran Nabi bahwa kesucian adalah setengah dari iman. Kesucian mencakup kebersihan fisik dan jiwa, sedangkan kebersihan lebih merujuk pada kerapian fisik. Tubuh dan lingkungan yang bersih membantu seseorang beribadah dengan baik dan tetap sehat. Menjaga kebersihan menunjukkan tanggung jawab dan karakter yang baik.

***

69. إِذَا كَبُرَ المَطْلُوْبُ قَلَّ المُسَاعِدُ

When the request is big, the helpers are few.
A large request demands great effort, and not many people are able or willing to provide such help. Another meaning is that someone who constantly relies on others, even for simple things, will eventually find fewer people willing to assist. Independence strengthens character, while excessive dependence weakens it. The Prophet himself handled his own needs whenever he was able, teaching the value of self-reliance.

Jika permintaan itu besar, maka penolongnya sedikit.
Permintaan besar membutuhkan usaha besar, dan tidak banyak orang yang mampu atau mau membantu. Makna lainnya adalah seseorang yang terlalu sering bergantung kepada orang lain, bahkan untuk hal-hal kecil, pada akhirnya akan kesulitan mendapatkan bantuan. Kemandirian menguatkan karakter, sementara ketergantungan berlebihan melemahkannya. Nabi sendiri mengurus keperluannya selama mampu, mengajarkan pentingnya kemandirian.


***


70. لاَ خَيْرَ فيِ لَذَّةٍ تَعْقِبُ نَدَمًا

No good in pleasure ends in regret.
Some actions offer quick pleasure but future regret. True wisdom is thinking about consequences before acting. A moment of enjoyment is not worth long-term pain. A wise person chooses actions that bring lasting happiness, even if they require patience or self-control. What seems delightful now may become harmful later, so careful consideration is essential.

Tidak ada kebaikan dalam kenikmatan yang berakhir dengan penyesalan.

Beberapa perbuatan memberikan kenikmatan sesaat tetapi membawa penyesalan di kemudian hari. Kebijaksanaan sejati adalah memikirkan akibat sebelum bertindak. Kenikmatan sesaat tidak sebanding dengan kesedihan panjang. Orang bijak memilih tindakan yang membawa kebahagiaan yang bertahan lama, meskipun membutuhkan kesabaran atau pengendalian diri. Apa yang tampak menyenangkan sekarang bisa menjadi merugikan nanti, sehingga pertimbangan matang sangat penting.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Iklan Meguru English