70 Wise Sayings/ Al-Mahfuzhat (Kata-kata Bijak Beserta Penjelasannya) Bagian 6

 


51. خَيْرُ الأُمُوْرِ أَوْسَاطُهَا

The best course of action is the middle path.
Balance is essential in every aspect of life, because going to extremes—whether excessive or negligent—always leads to harm, as shown by the Prophet’s guidance that true piety lies in practicing worship moderately while still fulfilling the needs of the body, family, and social life.

Sebaik-baik perkara itu adalah pertengahannya.
Keseimbangan sangat penting dalam setiap aspek kehidupan, karena bersikap berlebihan atau meremehkan suatu hal pasti akan membawa mudarat, sebagaimana tuntunan Rasulullah bahwa ketakwaan sejati adalah dengan beribadah secara moderat sambil tetap memenuhi kebutuhan tubuh, keluarga, dan kehidupan sosial.

***


52. لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ

Every situation has the appropriate words, and every word has the proper situation.
Speech must be guided not only by truth but also by wisdom, and a person who understands the art of timing knows when to speak, how to speak, and when silence is more beneficial than words.

Tiap-tiap tempat ada kata-katanya, dan tiap-tiap kata ada tempatnya.
Ucapan harus dipandu bukan hanya oleh kebenaran, tetapi juga oleh kebijaksanaan, dan orang yang memahami seni bertutur akan mengetahui kapan harus berbicara, bagaimana caranya berbicara, dan kapan diam lebih baik daripada berkata-kata.


***

53. إِذَا لَمْ تَسْتَحْي فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ

When one no longer feels shame, one will do whatever one desires.
Shame functions as an internal barrier that prevents a person from falling into indecent or harmful actions, and when this sense is lost, moral boundaries disappear, which is why modesty is considered an essential branch of faith that protects one's behavior.

Apabila engkau tidak malu, maka berbuatlah sekehendakmu.
Rasa malu berfungsi sebagai penghalang dari perbuatan buruk dan maksiat, dan ketika seseorang kehilangan sifat ini, maka hilang pula batasan moral dalam dirinya, sehingga malu dianggap sebagai cabang iman yang menjaga perilaku seseorang agar tetap berada pada kebaikan.

***

54. لَيْسَ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْرًا، بَلِ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ بَخِيْلًا

Poverty is not a shame, but miserliness is.
A poor person who strives to earn lawful sustenance is not blameworthy in any way, whereas miserliness reflects a corrupt character that harms both oneself and others, making it despised by people and condemned by God.

Bukanlah cela itu bagi orang miskin, tetapi cela itu pada orang kikir.
Orang miskin yang berusaha mencari rezeki halal tidak patut dicela, sedangkan sifat kikir adalah tabiat buruk yang merugikan diri dan orang lain, sehingga ia dibenci oleh manusia dan dicela oleh Allah.

***

55. لَيْسَ اليَتِيْمُ الَّذِي قَدْ مَاتَ وَالِدُهُ، بَلِ اليَتِيْمُ يَتِيْمُ العِلْمِ وَالأَدَبِ

An orphan is not the one who loses his parents, but the one who lacks knowledge and manners.
Losing parents is a painful test but not a disgrace, whereas lacking knowledge and noble character leaves a person deprived of guidance and dignity, making this form of “orphanhood” far more harmful to one’s future.

Bukanlah yatim itu yang kehilangan orang tuanya, tetapi yatim ilmu dan budi pekerti.
Kehilangan orang tua adalah ujian yang berat namun bukan aib, sedangkan kehilangan ilmu dan akhlak mulia membuat seseorang kehilangan pedoman hidup dan kehormatan, sehingga jenis “yatim” ini jauh lebih berbahaya bagi masa depannya.


***

56. لِكُلِّ عَمَلٍ ثَوَابٌ وَلِكُلِّ كَلَامٍ جَوَابٌ

Every deed has its reward, and every word has its response.
Nothing in life is without consequence—actions will be repaid according to their nature, words will meet their answers, and every question or problem has a solution that awaits those who seek it with sincerity and effort.

Setiap pekerjaan ada balasannya, dan setiap perkataan ada jawabannya.
Tidak ada yang sia-sia dalam hidup—perbuatan pasti mendapat balasan sesuai jenisnya, ucapan akan mendapat tanggapan, dan setiap pertanyaan atau masalah memiliki jawaban serta solusi bagi mereka yang mencarinya dengan sungguh-sungguh.


***

57. وَعَامِلِ النَّاسَ بِمَا تُحِبُّ مِنْهُمْ دَائِماً

Treat people in the way you would like to be treated.
Human interaction thrives on reciprocity, so showing respect, kindness, and consideration naturally draws similar responses from others, while treating people carelessly only invites the same treatment back upon oneself.

Pergaulilah manusia dengan apa yang engkau sukai dari mereka.
Hubungan antarmanusia berjalan dengan hukum timbal balik; karena itu sikap hormat, kebaikan, dan perhatian akan kembali kepada diri kita, sedangkan memperlakukan orang lain dengan semena-mena hanya akan membuat kita diperlakukan secara serupa.

***


58. هَلَكَ امْرُؤٌ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَهُ

A person is ruined when he does not know his own worth.
Failing to recognize one’s abilities, weaknesses, and responsibilities leads to negligence, poor preparation, and ultimately destruction, because self-awareness is the foundation of growth, discipline, and success in facing life’s challenges.

Hancurlah seseorang yang tidak mengenal dirinya sendiri.
Tidak mengenali kemampuan, kelemahan, dan kewajiban diri akan menyebabkan kelalaian, kurangnya persiapan, dan akhirnya kehancuran, karena kesadaran diri adalah fondasi untuk berkembang, disiplin, dan mampu menghadapi berbagai tantangan hidup.


***


59. رَأْسُ الذُّنُوْبِ الكَذِبُ

The root of all sins is lying.
A lie often forces a person to create more lies to cover the first, forming a chain reaction that leads to greater sins, corruption of character, and loss of trust, making dishonesty a source of many moral downfalls.

Kepala dari segala dosa adalah kebohongan.
Sebuah kebohongan sering memaksa seseorang membuat kebohongan lain untuk menutupinya, sehingga lahir rangkaian kesalahan yang semakin besar, merusak karakter, menghilangkan kepercayaan, dan menjadi sumber dari banyak kerusakan moral.


***


60. مَنْ ظَلَمَ ظُلِمَ

Whoever oppresses will eventually be oppressed in return.
Every act of injustice invites divine retribution—whether immediate or delayed—and no oppressor escapes God’s judgment, for once punishment comes, it seizes them firmly, reminding humanity that wrongdoing never goes unanswered.

Barangsiapa menzalimi pasti akan dizalimi.

Setiap kezaliman pasti mengundang balasan dari Allah, cepat atau lambat, dan tak ada pelaku zalim yang dapat lolos dari hukuman-Nya, karena ketika azab itu datang, ia mencengkeram dengan keras sebagai peringatan bahwa tidak ada kejahatan yang dibiarkan tanpa balasan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Iklan Meguru English