70 Wise Sayings/ Al-Mahfuzhat (Kata-kata Bijak Beserta Penjelasannya) Bagian 5

 


41. فيِ التَّأَنِّي السَّلاَمَةُ وَفيِ العَجَلَةِ النَّدَامَةُ

Acting with caution leads to safety, whereas acting in haste leads to regret.
Acting rashly often blinds a person from potential dangers, causing mistakes that could have been avoided if they had moved more slowly and thoughtfully, and this is why many accidents—from daily mishaps to major disasters—occur when someone rushes or fails to evaluate a situation carefully.

Di dalam kehati-hatian itu ada keselamatan, dan di dalam ketergesa-gesaan itu ada penyesalan.
Bersikap tergesa-gesa sering kali menutup mata seseorang dari bahaya yang mungkin muncul, sehingga menyebabkan kesalahan yang sebenarnya dapat dihindari seandainya ia bergerak lebih pelan dan penuh pertimbangan, dan inilah sebabnya banyak kecelakaan—dari musibah kecil hingga besar—terjadi akibat seseorang terburu-buru atau tidak menilai kondisi dengan cermat.


***

42. ثَمْرَةُ التَّفْرِيْطِ النَّدَامَةُ وَثَمْرَةُ الحَزْمِ السَّلاَمَةُ

Negligence results in regret, whereas carefulness results in safety.
A careless attitude invites unnecessary risks that often end in disappointment, while calculated actions rooted in awareness and deliberate planning create stability and prevent one from falling into avoidable harm.

Buah kecerobohan itu adalah penyesalan, dan buah kecermatan itu adalah keselamatan.
Sikap ceroboh mengundang risiko yang tidak perlu dan sering berakhir dengan kekecewaan, sedangkan tindakan yang diperhitungkan dengan kesadaran dan perencanaan matang menciptakan rasa aman serta mencegah seseorang dari bahaya yang sebenarnya dapat dihindari.


***


43. الرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنْ خُلُقِ الشَّرِيْفِ

Showing kindness to the weak is a mark of noble character.
A noble person understands that strength is not measured by dominance but by the ability to treat those who are vulnerable with gentleness, and such compassion not only elevates one’s character but also strengthens the bond of humanity within a community.

Berlemah lembut kepada orang yang lemah itu adalah salah satu perangai orang yang mulia.
Orang yang mulia memahami bahwa kekuatan tidak diukur dari kemampuan menekan orang lain, melainkan dari kemampuan memperlakukan mereka yang lemah dengan kelembutan, dan sikap penuh kasih seperti ini bukan hanya meninggikan akhlaknya, tetapi juga memperkuat ikatan kemanusiaan di dalam masyarakat.

***

44. فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا

The recompense of a wrongdoing is a wrongdoing equal to it.
Justice requires balance, where harm is addressed in proportion so that no one receives more than what is deserved, yet forgiveness remains a higher virtue because it brings peace to the heart and promotes harmony beyond the basic demand of fairness.

Balasan suatu kejahatan itu adalah kejahatan yang sama dengannya.
Keadilan menuntut keseimbangan, yaitu keburukan dibalas secara sepadan agar tidak ada yang menerima lebih dari yang semestinya, namun memaafkan tetap menjadi jalan yang lebih utama karena menghadirkan ketenangan dalam hati dan menumbuhkan keharmonisan melebihi sekadar tuntutan keadilan.


***


45. تَرْكُ الجَوَابِ عَلىَ الجَاهِلِ جَوَابٌ

Remaining silent before an ignorant person is itself an answer.
Some individuals are not seeking truth but merely argument, and responding to them only fuels unproductive conflict, whereas silence becomes a powerful form of wisdom that protects one’s dignity and prevents unnecessary disputes.

Tidak menjawab terhadap orang yang bodoh itu adalah sebuah jawaban.
Sebagian orang tidak sedang mencari kebenaran tetapi hanya ingin berdebat, dan menjawab mereka justru akan memicu perselisihan yang sia-sia, sementara diam menjadi bentuk kebijaksanaan yang menjaga kehormatan diri serta mencegah pertikaian yang tidak berguna.


***


46. مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ

One who speaks kindly earns many friends.
Gentle words have the power to soften hearts, bridge differences, and attract goodwill, making a person naturally surrounded by companions who feel comfortable and valued in their presence.

Barang siapa manis tutur katanya, banyaklah temannya.
Ucapan yang lembut memiliki kekuatan untuk melunakkan hati, menyatukan perbedaan, dan menarik simpati, sehingga seseorang secara alami akan dikelilingi oleh orang-orang yang merasa nyaman dan dihargai ketika berada di dekatnya.

***


47. إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الكَلاَمُ

When a person’s intellect is complete, their speech becomes minimal.
A mature mind speaks only when necessary, choosing words that carry purpose rather than indulging in idle talk, and this restraint reflects clarity of thought, wisdom, and self-discipline.

Apabila akal seseorang telah sempurna, sedikitlah bicaranya.
Akal yang matang hanya membuat seseorang berbicara ketika diperlukan, memilih kata yang bermakna dan menghindari ucapan yang tidak bermanfaat, dan pengendalian diri seperti ini menunjukkan kejernihan pemikiran, kebijaksanaan, serta kedewasaan jiwa.


***

48. مَنْ طَلَبَ أَخًا بِلاَ عَيْبٍ بَقِيَ بَلاَ أَخٍ

One who seeks a flawless friend will end up without any friend.
Every human being carries imperfections, and expecting perfection in others destroys the possibility of meaningful relationships, while accepting shortcomings and appreciating strengths is what allows genuine companionship to flourish.

Barang siapa mencari teman yang tidak bercela, maka ia akan tetap tidak mempunyai teman.
Setiap manusia memiliki kekurangan, dan menuntut kesempurnaan dari orang lain hanya akan menghilangkan peluang memiliki hubungan yang bermakna, sementara menerima kekurangan dan menghargai kelebihan adalah hal yang membuat persahabatan sejati dapat tumbuh.

***


49. قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا

Speak the truth even if it is bitter.
Truth must be conveyed with wisdom, considering the listener’s capacity and the proper context, so that honesty becomes a means of guidance rather than a source of harm or unnecessary conflict.

Katakanlah yang benar itu walaupun pahit.
Kebenaran harus disampaikan dengan kebijaksanaan, memperhatikan kemampuan lawan bicara dan situasi yang tepat, agar kejujuran menjadi sarana memberi petunjuk, bukan penyebab luka ataupun pertikaian yang tidak perlu.

***

50. خَيْرُ مَالِكَ مَا نَفَعَكَ

The best of your wealth is that which benefits you.
Material possessions hold value only when they serve genuine needs or contribute positively to one’s life, and choosing usefulness over mere desire protects a person from wastefulness and leads to wiser financial decisions.

Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu.

Harta benda hanya bernilai ketika benar-benar memenuhi kebutuhan atau memberi manfaat yang jelas, dan memilih sisi kemanfaatan dibanding sekadar keinginan menjaga seseorang dari pemborosan serta membuat keputusan hidup yang lebih bijaksana.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Iklan Meguru English