Once upon a time, a mighty lion lived in a forest filled with tall trees and wild animals. He was strong, respected, and feared by every creature in the wilderness. No animal dared challenge him, for his power was unmatched, and he ruled the forest as its unquestioned king.
However, time eventually caught up with the lion. As he grew older, his strength began to fade. His legs were no longer swift, and his body was no longer powerful enough to chase and capture prey as he had done in his younger days. Soon, he found it difficult even to find enough food to survive.
Realizing that he could no longer depend on his strength, the lion devised a cunning plan. He pretended to be seriously ill and withdrew into a cave. Then word spread throughout the forest that the king of beasts was sick.
Out of respect and concern, many animals came to visit him. But whenever an animal entered the cave, the lion secretly attacked, killed, and devoured the visitor. In this way, he continued to feed himself despite his weakness.
One day, a clever fox came to visit the lion. When he reached the cave, he stopped at the entrance and carefully looked around. He seemed uncertain whether to enter or leave.
The lion noticed the fox standing outside and called out warmly,
“Welcome, dear Fox! Why do you remain outside? Come in and keep me company during this lonely time of illness. If I were healthy and strong, I would have come out myself to greet such an honored guest.”
The fox listened politely but did not move.
Then he replied,
“My lord, I came with the intention of visiting you and offering my comfort during your illness. I wished to sit beside you and help ease your suffering.”
The fox paused for a moment before continuing.
“However, I have noticed something strange. I see many footprints leading into your cave, but I do not see any footprints coming out. Therefore, I think it is wiser for me to remain outside while asking about your health. May God grant you a speedy recovery.”
Having said this, the fox turned around and walked away safely, grateful for his sharp observation and careful judgment.
The lion watched helplessly as the clever fox disappeared into the forest, realizing that wisdom can sometimes be stronger than power.
Terjemahan Bahasa Indonesia
Singa dan Rubah
Pada zaman dahulu, seekor singa yang perkasa hidup di sebuah hutan yang dipenuhi pohon-pohon tinggi dan berbagai hewan liar. Ia kuat, dihormati, dan ditakuti oleh semua makhluk di hutan. Tidak ada hewan yang berani menantangnya karena kekuatannya tidak tertandingi. Ia memerintah hutan sebagai raja yang tak terbantahkan.
Namun, waktu akhirnya mengejar sang singa. Seiring bertambahnya usia, kekuatannya mulai memudar. Kakinya tidak lagi gesit, dan tubuhnya tidak lagi cukup kuat untuk mengejar serta menangkap mangsa seperti ketika ia masih muda. Tak lama kemudian, ia bahkan kesulitan mencari makanan untuk bertahan hidup.
Menyadari bahwa ia tidak lagi bisa mengandalkan kekuatannya, singa itu menyusun sebuah rencana licik. Ia berpura-pura sakit parah dan mengasingkan diri di dalam sebuah gua. Kabar tentang sakitnya sang raja hutan pun menyebar ke seluruh penjuru hutan.
Karena rasa hormat dan kepedulian, banyak hewan datang untuk menjenguknya. Namun, setiap kali seekor hewan masuk ke dalam gua, singa itu diam-diam menyerang, membunuh, dan memakannya. Dengan cara itulah ia tetap bisa mendapatkan makanan meskipun tubuhnya telah lemah.
Suatu hari, seekor rubah yang cerdik datang untuk mengunjungi singa. Ketika sampai di depan gua, ia berhenti dan mengamati keadaan di sekitarnya dengan saksama. Ia tampak ragu-ragu antara masuk atau pergi.
Singa melihat rubah itu berdiri di luar lalu memanggilnya dengan ramah,
“Selamat datang, Sahabat Rubah! Mengapa engkau tetap di luar? Masuklah dan temani aku di masa-masa kesepian dan sakit ini. Jika aku masih sehat dan kuat, tentu aku sendiri yang akan keluar menyambut tamu yang begitu terhormat.”
Rubah mendengarkan dengan sopan, tetapi tidak bergerak sedikit pun.
Kemudian ia menjawab,
“Tuanku, saya datang dengan niat untuk menjenguk dan menghibur Anda selama sakit. Saya ingin duduk di samping Anda dan membantu meringankan penderitaan Anda.”
Rubah berhenti sejenak sebelum melanjutkan.
“Namun, saya melihat sesuatu yang aneh. Saya melihat banyak jejak kaki yang menuju ke dalam gua, tetapi saya tidak melihat satu pun jejak kaki yang keluar. Karena itu, saya rasa lebih bijaksana bagi saya untuk tetap berada di luar sambil menanyakan keadaan kesehatan Tuanku. Semoga Tuhan segera memberikan kesembuhan kepada Anda.”
Setelah berkata demikian, rubah itu berbalik dan pergi dengan selamat. Ia bersyukur atas ketelitian dan kecerdasannya dalam mengamati keadaan.
Singa hanya bisa melihat rubah itu menghilang ke dalam hutan, menyadari bahwa kebijaksanaan terkadang lebih kuat daripada kekuasaan.
15 Kosakata Penting
| No | Kosakata | Pelafalan | Arti Indonesia |
|---|---|---|---|
| 1 | mighty | /ˈmaɪti/ | perkasa |
| 2 | wilderness | /ˈwɪldərnəs/ | hutan belantara |
| 3 | unmatched | /ʌnˈmætʃt/ | tak tertandingi |
| 4 | prey | /preɪ/ | mangsa |
| 5 | survive | /sərˈvaɪv/ | bertahan hidup |
| 6 | devised | /dɪˈvaɪzd/ | menyusun, merancang |
| 7 | cunning | /ˈkʌnɪŋ/ | licik, cerdik |
| 8 | withdrew | /wɪðˈdruː/ | mengasingkan diri, menarik diri |
| 9 | concern | /kənˈsɜːrn/ | kepedulian |
| 10 | devoured | /dɪˈvaʊərd/ | melahap |
| 11 | entrance | /ˈentrəns/ | pintu masuk |
| 12 | intention | /ɪnˈtenʃən/ | niat |
| 13 | footprints | /ˈfʊtprɪnts/ | jejak kaki |
| 14 | observation | /ˌɑːbzərˈveɪʃən/ | pengamatan |
| 15 | judgment | /ˈdʒʌdʒmənt/ | pertimbangan, penilaian |
Pesan Moral
Wise people pay attention to evidence before taking action.
Orang yang bijaksana memperhatikan bukti dan keadaan sebelum mengambil tindakan.
Think before you act, and do not let appearances deceive you.
Berpikirlah sebelum bertindak, dan jangan mudah tertipu oleh penampilan.
