Short Story: The Boaster (Sang Pembual)

 



Two men passed through a thicket full of trees. One of them saw the footprints of wild beasts on the ground, so he told his companion that he feared a wild beast might come out and kill them both, especially since they had no weapons to defend themselves. The other replied, "Do not fear as long as I am with you, for you know the extent of my bravery and strength, and..."


He had barely finished his sentence when they heard the sound of an approaching bear. The boaster abandoned his companion, ran towards a tree, and climbed to its top to escape from the bear. As for the other, he lay down on the ground and held his breath. When the bear came, it circled around him, sniffing his body, but found no breath in him. So it thought he was dead, left him, and went away, because it does not eat dead bodies.


After the bear had left, the boaster climbed down from the tree and approached his companion, deeply embarrassed. He asked him jokingly about what the bear had whispered in his ears. The second man replied, "That is a wise bear. He told me that he who praises himself is a liar who can neither be believed nor relied upon."




Sang Pembual (Orang yang Mengaku-ngaku)

Dua orang pria melewati semak belukar yang lebat pepohonannya. Salah satu dari mereka melihat jejak kaki binatang buas di tanah, lalu ia berkata kepada temannya bahwa ia khawatir seekor binatang buas akan keluar dan membunuh mereka berdua, padahal mereka tidak membawa senjata untuk membela diri. Pria yang satu lagi berkata: "Jangan takut selama aku bersamamu, karena kamu tahu seberapa besar keberanian dan kekuatanku, dan..."


Belum sempat ia menyelesaikan perkataannya, mereka mendengar suara seekor beruang yang datang. Sang pembual itu pun meninggalkan temannya, berlari ke arah sebuah pohon, dan memanjat hingga ke puncaknya untuk melarikan diri dari beruang tersebut. Adapun pria yang satunya lagi, ia berbaring di tanah dan menahan napasnya. Ketika beruang itu datang, ia mengelilinginya sambil mengendus tubuhnya namun tidak menemukan napas padanya. Beruang itu mengira ia sudah mati lalu meninggalkannya dan pergi, karena beruang tidak memakan bangkai.


Setelah beruang itu pergi, sang pembual itu turun dari pohon dan menghampiri temannya dengan perasaan yang sangat malu. Ia bertanya kepadanya dengan maksud bercanda tentang apa yang dibisikkan beruang itu di telinganya. Temannya itu pun menjawab: "Itu adalah beruang yang bijaksana. Ia memberitahuku bahwa orang yang memuji dirinya sendiri adalah seorang pembohong yang tidak bisa dipercaya dan tidak bisa diandalkan."



Vocabulary / Kosakata

English

Indonesian

Thicket / Bush

Semak belukar

Footprints / Traces

Jejak / Bekas

Wild beasts / Predators

Binatang buas

To fear / To be afraid

Khawatir / Takut

Weapon

Senjata

To defend / To protect

Membela / Melindungi

Bear

Beruang

To lie down

Berbaring

To hold (breath) / To hide

Menahan (napas) / Menyembunyikan

To circle / To go around

Mengelilingi

Top / Peak

Puncak

Embarrassment / Shame

Malu / Takut-takut

Joke / Jesting

Canda / Gurauan

Wise

Bijaksana

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Iklan Meguru English